Yang Bisa Kita Lakukan Ketika Seseorang Terpuruk

Menghibur seseorang
Image: livestrong.com

Ada kalanya kita berada dalam situasi di mana seseorang yang kita pedulikan atau yang penting bagi kita mengalami ketidaknyamanan emosional, dan disaat yang sama pula tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk membantunya, karena kita tahu, hanya dengan memberikan kata-kata semangat dan dorongan motivasi saja tidak akan membuat situasinya lebih baik.

Waktu membuat kita dekat dengan seseorang, dan darinya juga kita mendapatkan pelajaran yang begitu berharga bahwa menghibur dan membuat seseorang nyaman bukanlah hal yang mudah. Satu pengalaman paling menyakitkan di luar penderitaan kita sendiri adalah ketika melihat seorang yang kita sayangi menghadapi kesulitan. Hidup menjadi kasar setiap waktunya, dan orang mungkin dapat marah untuk satu juta alasan yang mengakibatkan perasaan negatif mulai dari ketidaknyamanan, kesedihan juga duka cita.

Secara naluriah, kita mencoba untuk menghibur dan membuatnya merasa lebih baik, sehingga awal kemarahannya tidak berevolusi menjadi patah hati, mengasihani diri sendiri, kecemasan, balas dendam, atau depresi. Untuk menyampaikan simpati tersebut, kita cenderung mengandalkan kata-kata yang sedikit klise dari bentuk kasih sayang dan dukungan, seperti “Ini bukan salahmu,” “Jangan khawatir tentang hal itu,” “Semua akan baik-baik saja,” “Aku tahu bagaimana perasaanmu,” dan semacamnya. Namun, sering kali kita tidak yakin tentang apa yang harus kita katakan atau lakukan, dan karena itulah banyak dari kita merasa canggung saat berada di sekitar orang yang sedang dipengaruhi oleh ketidaknyamanan emosional mendalam. Ketika upaya yang sengaja kita buat untuk menghiburnya tidak membuat perubahan, itu dapat membuat kita merasa frustrasi dan merasa dikalahkan oleh ketidakberdayaan kita sendiri. Yang lebih parah lagi, merasa kasihan pada seseorang dan berusaha untuk menghiburnya kadang-kadang membuat orang itu menjadi lebih terganggu, kesal, bahkan marah.

Para peneliti di University of Louisville yang telah mempelajari dukungan sosial sejak 1980an, baru-baru ini menetapkan bahwa ada empat perilaku berbeda yang ditunjukkan oleh orang-orang yang berusaha untuk menghibur seseorang. Dua yang pertama adalah memberikan penghiburan dan dorongan, dan membantu untuk menyelesaikan masalah. Itu lebih umum dan lebih efektif dari yang dua lainnya, yaitu meminimalkan masalah, dan menolak untuk mengakui masalah dan mengalihkan perhatian.

Jika waktu terhenti atau kita memilih taktik yang salah, hasil dari upaya untuk membantunya dapat menjadi kebalikan dari niat kita. Orang yang kita coba tenangkan mungkin menganggap kata-kata dan perilaku kita sebagai tindakan tidak sensitif, dangkal, atau tidak tulus. Memilih taktik yang tepat dapat menjadi tantangan nyata, terutama ketika waktu tidak berpihak pada kita. Berbagai rincian harus dipertimbangkan ketika memutuskan bagaimana cara untuk mendukung seseorang:

  • Seberapa baik kita tahu orang tersebut dan memahami masalahnya;
  • Seberapa kuat kita terhubung dengan perasaan mereka di kehidupannya;
  • Bagaimana tingkat temperamen dan kecenderungannya mengambil keputusan;
  • Kemampuannya untuk mengatasi kesulitan sendiri;
  • Tingkat keparahan ketidaknyamanan emosional mereka;
  • Set unik dari keadaan yang menyebabkan masalah;
  • Kebutuhan potensial untuk menerima bantuan dan dukungan dari profesional.

Ketika mencoba untuk menghibur seseorang yang sedang melalui masa-masa sulit, salah satu faktor penting untuk dipertimbangkan adalah penderitaan harga diri. Sebuah studi dari University of Waterloo dan Wilfrid Laurier University yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, melihat ke reseptif penderita untuk mendapatkan dukungan sosial, mempertimbangkan pilihan dari strategi dukungan, dan tingkat penerimaan harga diri. Studi ini menunjukkan bahwa individu dengan harga diri yang rendah kurang menerima daripada individu dengan harga diri yang tinggi untuk mendapatkan dukungan yang membingkai pengalaman positif mereka, tapi sama-sama menerima dukungan yang memvalidasi perasaan negatif mereka. Kenyataannya, orang yang rendah diri sangat meremehkan upaya lain dari membingkai positif bahwa itu membuat ia merasa buruk tentang diri, interaksi, dan hubungan mereka sendiri.

Cara yang lebih baik untuk membantu penderita dengan harga diri yang rendah adalah bersimpati pada mereka daripada mencoba untuk menghiburnya. Untuk menghadapi individu dengan harga diri yang tinggi, keyakinan dan dorongan mungkin merupakan strategi yang lebih efektif.

Adalah penting untuk menyadari bahwa memahami orang lain tidak dapat dilakukan hanya dalam semalam. Dibutuhkan pengalaman dan kemauan untuk belajar dan berlatih pendekatan baru. Penting juga untuk diingat bahwa beberapa masalah mungkin dianggap besar hanya oleh kita—beberapa orang mungkin tidak membutuhkan bantuan, dan kita tidak dapat membantu semua orang setiap kali mereka membutuhkannya. Itu berarti ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membantu seseorang melewati masa-masa sulit, terlepas dari apapun penyebab masalahnya atau apa hubungan kita dengan orang tersebut.

Ada untuknya

Terkadang kata-kata tidak ada artinya. Kadang-kadang tidak ada yang dapat Anda lakukan selain tetap berada di sisinya. Hubungi mereka, ajak mereka keluar, dan tetap terhubung tanpa mengganggu mereka. Jadilah proaktif dan selalu ada baginya setiap kali mereka memerlukan Anda. Ini mungkin tampak seperti hal kecil yang Anda lakukan, tetapi bisa berarti dunia untuk orang yang Anda coba untuk membantunya.

Dengarkan

Bagi banyak orang, sulit untuk membuka dan berbagi perasaan terdalam mereka. Belum lagi, beberapa topik bisa terlalu sulit untuk didiskusikan. Sabarlah dan berikan dorongan untuknya agar mau berbagi perasaan dan pikiran pada kecepatan yang paling nyaman untuknya. Ketika mereka siap untuk bicara, cukup dengarkan saja. Jangan menyela, jangan memberikan penilaian. Biarkan mereka menyingkirkan perasaan negatif yang telah lama dipendamnya. Seringkali, mengeluarkan perasaan sebenarnya adalah langkah pertama untuk penyembuhan.

Jangan memaksakan pendapat

Anda pasti memiliki pendapat. Tapi pikirlah dua kali sebelum membaginya dengan seseorang yang Anda coba untuk membantunya. Terkadang lebih baik untuk tidak mengatakan apapun untuk mencegah sesuatu yang lebih lanjut akan membuat marah seseorang. Sebaliknya, biarkan orang lain tiba pada solusi dan kemajuannya dengan memecahkan masalah mereka sendiri. Anda dapat membantu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti, “Apa artinya ini bagi Anda?”, “Apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?” atau “Bagaimana saya bisa membantu?”

Jangan bersikeras dengan saran Anda

Pertama, Anda harus memastikan bahwa Anda memiliki semua informasi yang diperlukan sebelum menawarkan saran. Bahkan jika Anda memiliki pengalaman yang sama, tidak ada orang lain yang dapat mengikuti langkah Anda sepenuhnya di jalan yang sama. Juga, jika Anda memaksakan melakukan hal-hal dengan cara Anda, orang lain mungkin menjadi defensif, tidak nyaman, atau menarik diri dari Anda. Jadi berhati-hatilah dalam mengatakan apapun. Mungkin terpikir bahwa hanya Anda orang yang terbaik yang mereka butuhkan. Anda mungkin berpikir Anda benar. Bisa jadi Anda memang benar, tapi berurusan dengan orang yang sedang mengalami emosional terguncang masih membutuhkan tingkatan tertentu dan menahan diri.

Tetap positif

Jangan biarkan kesedihan orang lain mempengaruhi Anda. Ketika mencoba untuk membantu seseorang berurusan dengan emosi negatif akut, penting untuk menunjukkan empati tetapi juga untuk tetap kuat dan tetap dalam kerangka berpikir positif. Mereka mungkin perlu Anda sebagai pilar pendukung atau sumber kekuatan. Bicara positif pada diri sendiri untuk membangun dan mempertahankan kekuatan untuk memberikannya kepada mereka yang paling membutuhkan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY