3 Alasan Mengapa Konflik Bisa Baik untuk Sebuah Hubungan

Konflik hubungan
Image: channelpartner.de

Kebanyakan orang tampaknya percaya bahwa menghindari konflik adalah strategi sementara, yang mungkin bukan yang terbaik dan bukan paling berani, tapi setidaknya tidak ada kerugian apapun bagi hubungan mereka. Namun itu tidak benar.

Berikut adalah 3 alasan bagaimana konflik saat ini dapat membantu Anda menghindari masalah yang lebih besar di kemudian hari:

1. Pelanggaran Batas

Untuk menghindari konflik, Anda tidak dapat mencapai batas pelanggaran. Katakanlah Anda dan teman Anda menyewa sebuah rumah dan tinggal bersama. Suatu hari, teman Anda membutuhkan kendaraan, dan kebetulan saat itu kunci mobil Anda ada di atas meja. Lalu ia meminjamnya ketika Anda sedang bekerja. Ia baru memberi tahu tentang hal itu setelah Anda tiba di rumah. Jika prioritas Anda adalah untuk menghindari konflik, Anda tidak akan mengatakan bahwa Anda tidak suka dengan apa yang ia lakukan. Namun, karena Anda tidak mengungkapkan ketidaksenangan apapun, ia menganggap tidak apa-apa untuk melakukan hal yang sama besok, hari berikutnya, dan seterusnya.

Mengundang konflik dengan bersikap jujur ​​pada teman Anda tentang perasaan Anda, akan menghadang masalah sebelum menjadi hal buruk yang lebih besar.

2. Agresi Pasif

Jika Anda tidak bisa mengambil resiko konflik dengan mengekspresikan perasaan Anda yang sebenarnya dan meminta apa yang Anda butuhkan seperti “Tolong jangan pakai mobilku ketika aku tidak ada.” Cepat atau lambat Anda akan menemukan cara licik agar hanya kebutuhan Anda yang terpenuhi. Anda mungkin akan mulai memarkir mobil Anda di suatu tempat di mana ia tidak dapat menemukannya, atau membuat kebohongan tentang menggunakannya ke tempat kerja. Menyembunyikan mobil daripada meminta untuk tidak memakainya saat Anda sedang pergi, akan membuat ia tidak nyaman.

3. Masalah Hubungan

Ketika teman Anda kebetulan menemukan mobil Anda diparkir dua blok dari rumah, dan menyadari Anda menyembunyikan itu darinya, Anda akan kehilangan kepercayaannya. Ia tidak akan lagi menggunakan mobil tersebut ketika Anda tidak di rumah, dan mulai akan muncul jarak diantara kalian berdua.

Hal yang sangat kita takutkan tentang konflik adalah itu berpotensi merusak hubungan. Sama halnya seperti yang kita dapatkan dari menghindari konflik kronis.

Saya setuju bahwa sulit untuk mengatakan “aku berharap kau tidak meminjam mobilku tanpa bertanya,” tetapi jika hubungan tersebut didasarkan pada Anda membiarkannya melakukan apapun dengan barang-barang Anda, jenis persahabatan apa itu? Itu membuatnya lebih terlihat seperti penjahat dan Anda adalah korbannya. Tapi karena ia bukan penjahat dan Anda bukan korban, itu lebih mungkin bahwa hubungan kalian didasarkan pada saling menghormati dan kasih sayang. Jika Anda meminta kepadanya untuk tidak meminjam mobil Anda, ia mungkin tidak menyukainya, tapi ia akan menghormati hak Anda untuk menentukan apa yang terjadi pada apa yang menjadi milik Anda sendiri. Sebaliknya jika ia mempermasalahkan tentang hal itu, maka ia tidak menfhormatt Anda, dan saat itulah Anda belajar sesuatu yang penting tentang dirinya.

Teguh pada prinsip dan keyakinan akan memberitahunya bahwa Anda tahu mana batasan hak-hak Anda dan nilai dalam sebuah hubungan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY